Powered by Blogger.
Showing posts with label Dunia aneh. Show all posts
Showing posts with label Dunia aneh. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

Wanita Ini 'Lumpuh' Tiap Melihat Sendok Logam




Phobia bisa menyergap siapa saja. Ketakutan berlebihan yang bersifat tak rasional ini memiliki kadar beragam. Mulai takut binatang tertentu sampai takut bersentuhan dengan peralatan makan dari logam seperti yang dialami Zoe Ingleson, selama 20 tahun terakhir.

Wanita 34 tahun itu merasa tubuhnya lumpuh, keringat dingin mengalir deras, dan serangan panik luar biasa menyergap setiap kali melihat pisau, sendok, atau garpu berbahan logam. Ia melihat peralatan makan berbahan logam bak melihat tarantula beracun.

Hanya mendengar sendok logam berderit di piring, ia merasa trauma. "Benar-benar memalukan. Orang-orang menatapku seperti menatap seorang yang bodoh. Tetapi aku tidak bisa melupakan ketakutan terhadap alat logam," katanya.
Kondisi itu membuat Ingleson memilih meja makan terpisah dari suami dan empat anaknya. Ia memiliki peralatan makan khusus yang semuanya terbuat dari plastik. Jika terpaksa makan di tempat umum, ia memilih makan dengan tangan. Tapi, ia terbiasa membawa sendiri sendok dan garpu plastik di tasnya.

Di rumah, Zoe juga tak punya peralatan memasak dari logam. Semua perlengkapan rumah tangganya terbuat dari plastik. Sejumlah kerabat dekat juga selalu siap menyediakan peralatan makan khusus jika Zoe berkunjung.

Fobia merupakan ketakutan berlebihan akibat peristiwa traumatis yang menimbulkan kepanikan luar biasa, tanpa alasan jelas. Menurut ahli, fobia merupakan cara untuk bertahan atau menghindar terhadap ancaman yang dirasakan.

sumber : http://melorot.blogspot.com/2011/02/wanita-ini-lumpuh-tiap-melihat-sendok.html

Leia Mais

Wanita Ini 'Lumpuh' Tiap Melihat Sendok Logam




Phobia bisa menyergap siapa saja. Ketakutan berlebihan yang bersifat tak rasional ini memiliki kadar beragam. Mulai takut binatang tertentu sampai takut bersentuhan dengan peralatan makan dari logam seperti yang dialami Zoe Ingleson, selama 20 tahun terakhir.

Wanita 34 tahun itu merasa tubuhnya lumpuh, keringat dingin mengalir deras, dan serangan panik luar biasa menyergap setiap kali melihat pisau, sendok, atau garpu berbahan logam. Ia melihat peralatan makan berbahan logam bak melihat tarantula beracun.

Hanya mendengar sendok logam berderit di piring, ia merasa trauma. "Benar-benar memalukan. Orang-orang menatapku seperti menatap seorang yang bodoh. Tetapi aku tidak bisa melupakan ketakutan terhadap alat logam," katanya.
Kondisi itu membuat Ingleson memilih meja makan terpisah dari suami dan empat anaknya. Ia memiliki peralatan makan khusus yang semuanya terbuat dari plastik. Jika terpaksa makan di tempat umum, ia memilih makan dengan tangan. Tapi, ia terbiasa membawa sendiri sendok dan garpu plastik di tasnya.

Di rumah, Zoe juga tak punya peralatan memasak dari logam. Semua perlengkapan rumah tangganya terbuat dari plastik. Sejumlah kerabat dekat juga selalu siap menyediakan peralatan makan khusus jika Zoe berkunjung.

Fobia merupakan ketakutan berlebihan akibat peristiwa traumatis yang menimbulkan kepanikan luar biasa, tanpa alasan jelas. Menurut ahli, fobia merupakan cara untuk bertahan atau menghindar terhadap ancaman yang dirasakan.

sumber : http://melorot.blogspot.com/2011/02/wanita-ini-lumpuh-tiap-melihat-sendok.html

Leia Mais

Dokter Ini Sungguh Nekat Membedah Perutnya Sendiri


Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri.


Ceritanya berawal pada bulan April 1961, saat bertugas di Artartika dan tergabung dalam ekspedisi Antartika Soviet .Waktu itu dia merasakan sakit di perut kanan bawah dan demam. Dia pun mendiagnosa dirinya sendiri yang ternyata menderita usus buntu akut.Hari berikutnya dia merasa putus asa dan kesempatan untuk memanggil pesawat tidak ada. Saat itu dia adalah satu-satunya dokter di stasiun Novolazarevskaya, pada malam hari.Dia pun melakukan operasi pada dirinya sendiri menggunakan anestesi lokal. Dia dibantu oleh seorang insinyur mesin dan seorang ahli meteorologi di stasiun itu.Mereka berdua membantunya memberikan instrumen medis dan memegang cermin kecil di perutnya.Wow... ndak bisa dibayangkan


Dia melakukan pembiusan lokal dengan solusi novocaine dan membuat sayatan 12cm di daerah perut kanan dengan pisau bedah. Operasi tersebut berlangsung hingga 1 jam dan 45 menit lamanya.

Rogozov Leonid

Rogozov Leonid Pada tahun 1959 lulus dari Institut dan segera diterima di residensi klinik operasi. Namun, studinya di residensi terputus karena Leonid melakukan perjalanan ke Antartika di bulan September, 1960 sebagai seorang dokter dari Soviet ke stasiun Antartika Novolazarevskaya.

Dengan tindakan nekatnya itu, Dokter Leonid Rogosov menjadi terkenal karena berhasil mengoperasi dirinya sendiri dan kembali sehat.
Sumber : http://anehunikgokil.blogspot.com/2010/02/dokter-ini-sungguh-nekat-membedah.html

Leia Mais

Dokter Ini Sungguh Nekat Membedah Perutnya Sendiri


Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri.


Ceritanya berawal pada bulan April 1961, saat bertugas di Artartika dan tergabung dalam ekspedisi Antartika Soviet .Waktu itu dia merasakan sakit di perut kanan bawah dan demam. Dia pun mendiagnosa dirinya sendiri yang ternyata menderita usus buntu akut.Hari berikutnya dia merasa putus asa dan kesempatan untuk memanggil pesawat tidak ada. Saat itu dia adalah satu-satunya dokter di stasiun Novolazarevskaya, pada malam hari.Dia pun melakukan operasi pada dirinya sendiri menggunakan anestesi lokal. Dia dibantu oleh seorang insinyur mesin dan seorang ahli meteorologi di stasiun itu.Mereka berdua membantunya memberikan instrumen medis dan memegang cermin kecil di perutnya.Wow... ndak bisa dibayangkan


Dia melakukan pembiusan lokal dengan solusi novocaine dan membuat sayatan 12cm di daerah perut kanan dengan pisau bedah. Operasi tersebut berlangsung hingga 1 jam dan 45 menit lamanya.

Rogozov Leonid

Rogozov Leonid Pada tahun 1959 lulus dari Institut dan segera diterima di residensi klinik operasi. Namun, studinya di residensi terputus karena Leonid melakukan perjalanan ke Antartika di bulan September, 1960 sebagai seorang dokter dari Soviet ke stasiun Antartika Novolazarevskaya.

Dengan tindakan nekatnya itu, Dokter Leonid Rogosov menjadi terkenal karena berhasil mengoperasi dirinya sendiri dan kembali sehat.
Sumber : http://anehunikgokil.blogspot.com/2010/02/dokter-ini-sungguh-nekat-membedah.html

Leia Mais

Monday, February 14, 2011

Fenomena Aneh..Cincin Asap Keluar Dari Gunung Berapi






Leia Mais

Fenomena Aneh..Cincin Asap Keluar Dari Gunung Berapi






Leia Mais

Sunday, February 13, 2011

'Ikan Duyung' Gegerkan Kepulauan Selayar


Juma Ali dengan 'ikan duyung' temuannya

Selasa pagi, 11 Januari 2011, warga Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan seekor makhluk laut sejenis ikan yang diyakini warga setempat merupakan penjelmaan manusia dan hewan laut. Para nelayan di situ bahkan meyakini itu seekor 'ikan duyung'.

Belum jelas, apa sebetulnya makhluk aneh ini.

Hewan berkelamin betina ini ditemukan warga Dusun Tongke-Tongke bernama Juma Ali (40), terdampar di pesisir pantai Bala-Bala Desa Lowa. Sesaat sebelum ditemukan, makhluk laut yang disebut-sebut penduduk sejatinya seorang manusia asal Kota Kendari yang dikutuk sihir ini, nyaris tak dapat menyambung nafas.

Pasalnya, tubuh hewan laut tersebut telah ditempeli sejumlah gomi--sejenis lintah penghisap darah--sebesar telapak tangan orang dewasa. Beruntung, Juma Ali dapat menanggalkan lintah-lintah laut itu.

Setelah itu, Juma Ali mencoba mengembalikan hewan langka itu ke laut. Akan tetapi, 'ikan duyung' ini seperti selalu menolak meronta-ronta. Juma Ali lalu memutuskan untuk memeliharanya. Seutas tali diikatkannya di bagian ekor. Tujuannya: sebagai tolak bala, untuk menghindarkan Dusun Tongke-tongke dari hantaman badai dan gelombang pasang yang sedang mengamuk belakangan ini.

Semenjak menemukan hewan pemakan rumput laut itu, Juma Ali jadi sibuk bukan kepalang. Dia nyaris tidak lagi dapat melaksanakan aktivitas rutinnya.
Tiap hari, dia harus memenuhi permintaan warga setempat dan juga aparat dari instansi pemerintah setempat yang datang ke situ untuk sekadar menyaksikan dan mengabadikan foto ikan langka ini.

Payahnya, mereka yang ramai datang berkunjung, jarang yang mau menyisipkan rupiah ke kocek Juma Ali. Jadilah Juma Ali, yang kadang harus melawan dingin untuk meladeni permintaan penonton, gigit jari sembari memendam dongkol.

Memasuki hari keenam makhluk aneh itu ditemukan, berbagai cerita mistik dan dongeng makin menyebar ke seantero kampung. Ada yang bilang 'ikan duyung' itu seperti selalu malu-malu kucing jika didekati orang laki-laki. Yang lain lagi berkisah ia selalu menangis saat merasa terancam. Ada juga yang sampai bermimpi gawat: diancam makhluk itu bahwa bila tak segera dilepas ke laut bebas, maka Pulau Selayar dan sekitarnya segera akan musnah ditelan samudera.

sumber : http://ureport.vivanews.com/news/read/199772-sosok-ikan-duyung-hebohkan-kepulauan-selayar

Leia Mais

'Ikan Duyung' Gegerkan Kepulauan Selayar


Juma Ali dengan 'ikan duyung' temuannya

Selasa pagi, 11 Januari 2011, warga Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan seekor makhluk laut sejenis ikan yang diyakini warga setempat merupakan penjelmaan manusia dan hewan laut. Para nelayan di situ bahkan meyakini itu seekor 'ikan duyung'.

Belum jelas, apa sebetulnya makhluk aneh ini.

Hewan berkelamin betina ini ditemukan warga Dusun Tongke-Tongke bernama Juma Ali (40), terdampar di pesisir pantai Bala-Bala Desa Lowa. Sesaat sebelum ditemukan, makhluk laut yang disebut-sebut penduduk sejatinya seorang manusia asal Kota Kendari yang dikutuk sihir ini, nyaris tak dapat menyambung nafas.

Pasalnya, tubuh hewan laut tersebut telah ditempeli sejumlah gomi--sejenis lintah penghisap darah--sebesar telapak tangan orang dewasa. Beruntung, Juma Ali dapat menanggalkan lintah-lintah laut itu.

Setelah itu, Juma Ali mencoba mengembalikan hewan langka itu ke laut. Akan tetapi, 'ikan duyung' ini seperti selalu menolak meronta-ronta. Juma Ali lalu memutuskan untuk memeliharanya. Seutas tali diikatkannya di bagian ekor. Tujuannya: sebagai tolak bala, untuk menghindarkan Dusun Tongke-tongke dari hantaman badai dan gelombang pasang yang sedang mengamuk belakangan ini.

Semenjak menemukan hewan pemakan rumput laut itu, Juma Ali jadi sibuk bukan kepalang. Dia nyaris tidak lagi dapat melaksanakan aktivitas rutinnya.
Tiap hari, dia harus memenuhi permintaan warga setempat dan juga aparat dari instansi pemerintah setempat yang datang ke situ untuk sekadar menyaksikan dan mengabadikan foto ikan langka ini.

Payahnya, mereka yang ramai datang berkunjung, jarang yang mau menyisipkan rupiah ke kocek Juma Ali. Jadilah Juma Ali, yang kadang harus melawan dingin untuk meladeni permintaan penonton, gigit jari sembari memendam dongkol.

Memasuki hari keenam makhluk aneh itu ditemukan, berbagai cerita mistik dan dongeng makin menyebar ke seantero kampung. Ada yang bilang 'ikan duyung' itu seperti selalu malu-malu kucing jika didekati orang laki-laki. Yang lain lagi berkisah ia selalu menangis saat merasa terancam. Ada juga yang sampai bermimpi gawat: diancam makhluk itu bahwa bila tak segera dilepas ke laut bebas, maka Pulau Selayar dan sekitarnya segera akan musnah ditelan samudera.

sumber : http://ureport.vivanews.com/news/read/199772-sosok-ikan-duyung-hebohkan-kepulauan-selayar

Leia Mais

Saturday, February 12, 2011

Fenomena Penyakit Langka Serang Paus

Headline

Beberapa ahli mamalia laut meyakini sedang terjadi fenomena langka, dimana ikan paus terserang penyakit di Kauai. Penyakit ini menyerang paus yang baru lahir.

Beberapa paus menderita scoliosis atau melengkungnya tulang belakang. Ini adalah penyakit yang sangat jarang terjadi. Namun kini menimpa beberapa hewan laut, termasuk paus dan lumba-lumba.

Koordinator mamalia laut di National Oceanic and Atmospheric Administration, Amerika Serikat, David Schofield mengatakan pihak berwenang percaya kondisi ini sudah muncul sejak lahir dan diderita sepanjang hidup.

Sebelumnya, muncul kemungkinan hewan itu cedera karena tabrakan dengan perahu namun hal ini dibantah oleh Schofield. Instruktur terbang di Kauai juga sempat melihat ikan paus bertubuh kurus dengan tulang belakang cacat.

“Ikan paus sepanjang 50 kaki ini tampak bengkok menjadi dua,” ujarnya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1232002/fenomena-penyakit-langka-serang-paus

Leia Mais

Fenomena Penyakit Langka Serang Paus

Headline

Beberapa ahli mamalia laut meyakini sedang terjadi fenomena langka, dimana ikan paus terserang penyakit di Kauai. Penyakit ini menyerang paus yang baru lahir.

Beberapa paus menderita scoliosis atau melengkungnya tulang belakang. Ini adalah penyakit yang sangat jarang terjadi. Namun kini menimpa beberapa hewan laut, termasuk paus dan lumba-lumba.

Koordinator mamalia laut di National Oceanic and Atmospheric Administration, Amerika Serikat, David Schofield mengatakan pihak berwenang percaya kondisi ini sudah muncul sejak lahir dan diderita sepanjang hidup.

Sebelumnya, muncul kemungkinan hewan itu cedera karena tabrakan dengan perahu namun hal ini dibantah oleh Schofield. Instruktur terbang di Kauai juga sempat melihat ikan paus bertubuh kurus dengan tulang belakang cacat.

“Ikan paus sepanjang 50 kaki ini tampak bengkok menjadi dua,” ujarnya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1232002/fenomena-penyakit-langka-serang-paus

Leia Mais

Friday, February 11, 2011

Boleh Pakai Ganja di Kampus AS?

SECARA medis, penggunaan ganja sebagai terapi pengobatan kini mulai dilegalkan di 15 negara bagian Amerika Serikat (AS). Namun, kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan dan polemik di kalangan perguruan tinggi. Sebab, banyak mahasiswa mendorong kampus untuk membiarkan mereka menggunakan ganja.

Pada sebuah diskusi dalam Konferensi Nasional Hukum dan Pendidikan Tinggi AS akhir pekan lalu terungkap, perguruan tinggi sebaiknya tidak bersikap santai atas kode etik mereka dalam penggunaan obat terlarang. Para peserta diskusi kebanyakan adalah para pengacara perguruan tinggi yang melarang penggunaan ganja. Menurut para ahli, sebagai penerima dana negara, perguruan tinggi diatur oleh Undang-Undang Federal yang mengklasifikasikan ganja sebagai substansi terkontrol.

Guru besar dalam bidang komunikasi di Baylor College of Medicine Thomas A. Workman mengatakan, perguruan tinggi harus meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa, pihak fakultas dan para staf tentang kode etik universitas agar cocok dengan peraturan negara tentang ganja. “Kita tidak bisa hanya mengatakan 'katakan saja tidak’. Kata-kata ini tidak ampuh lagi,” kata Workman dalam konferensi tersebut.

Beberapa lembaga pendidikan telah menerbitkan laporan atau merevisi kebijakan untuk mengatasi kebingungan atas perbedaan hukum negara dan kode etik universitas tentang masalah ini. Salah satunya adalah University of Montana di Missoula, yang pada 2010 mengadopsi kebijakan khusus melarang penggunaan ganja, bahkan jika ada izin medis penggunaan ganja dari negara sekalipun. Larangan ini berlaku di perumahan kampus, ruangan kampus atau acara kampus yang disponsori institusi tersebut.

Seperti yang diduga, kebijakan melarang mahasiswa mendapatkan ganja memiliki tantangan hukum. Mahasiswa University of Colorado di Boulder Edward Nicholson, mengancam akan menuntut kampusnya setelah pada 2008 polisi kampus menyita ganja miliknya. Ganja itu digunakan untuk saudaranya, yang mengalami luka bermain sepak bola.

Dengan dukungan legalisasi, Nicholson akhirnya diizinkan pindah ke perumahan di luar kampus dan polisi mengembalikan ganjanya seberat dua ons. Universitas pun melarang kepemilikan obat terlarang di kampus, dan akan melepas mahasiswa dari kontrak perumahan jika mereka tinggal di asrama dan memiliki resep ganja secara medis.

Lembaga lain, termasuk Fort Lewis College di Colorado, dan Humboldt State University di California mengambil sikap yang sama. Mereka menyarankan pengguna ganja secara medis untuk hidup di luar kampus dan menggunakan pengobatan mereka di rumah.

Menurut Workman, ganja memang memiliki posisi yang unik dalam budaya populer yang memikat mahasiswa untuk menggunakannya. Banyak perdebatan tentang risiko ganja dan keuntungan secara medis, sementara pihak universitas tidak punya banyak penelitian untuk menunjukkan kepada siswa mengenai kebijakan yang mahal ini.

Wakil presiden dan Dekan Sekolah Hukum Stetson, Darby Dickerson mengatakan, penting untuk menyampaikan kepada siswa bahwa ada risiko reputasi dan hukum untuk mempertimbangkan mereka memiliki resep ganja. Pengadilan telah mendukung hak pengusaha untuk melakukan tes narkoba dan memberikan sanksi atau menghentikan karyawan yang gagal tes bebas ganja. “Anda tidak mendapatkanfree-pass karena Anda memiliki kartu kesehatan ganja,” ujarnya.

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/02/07/373/422208/boleh-pakai-ganja-di-kampus-as

Leia Mais

Boleh Pakai Ganja di Kampus AS?

SECARA medis, penggunaan ganja sebagai terapi pengobatan kini mulai dilegalkan di 15 negara bagian Amerika Serikat (AS). Namun, kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan dan polemik di kalangan perguruan tinggi. Sebab, banyak mahasiswa mendorong kampus untuk membiarkan mereka menggunakan ganja.

Pada sebuah diskusi dalam Konferensi Nasional Hukum dan Pendidikan Tinggi AS akhir pekan lalu terungkap, perguruan tinggi sebaiknya tidak bersikap santai atas kode etik mereka dalam penggunaan obat terlarang. Para peserta diskusi kebanyakan adalah para pengacara perguruan tinggi yang melarang penggunaan ganja. Menurut para ahli, sebagai penerima dana negara, perguruan tinggi diatur oleh Undang-Undang Federal yang mengklasifikasikan ganja sebagai substansi terkontrol.

Guru besar dalam bidang komunikasi di Baylor College of Medicine Thomas A. Workman mengatakan, perguruan tinggi harus meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa, pihak fakultas dan para staf tentang kode etik universitas agar cocok dengan peraturan negara tentang ganja. “Kita tidak bisa hanya mengatakan 'katakan saja tidak’. Kata-kata ini tidak ampuh lagi,” kata Workman dalam konferensi tersebut.

Beberapa lembaga pendidikan telah menerbitkan laporan atau merevisi kebijakan untuk mengatasi kebingungan atas perbedaan hukum negara dan kode etik universitas tentang masalah ini. Salah satunya adalah University of Montana di Missoula, yang pada 2010 mengadopsi kebijakan khusus melarang penggunaan ganja, bahkan jika ada izin medis penggunaan ganja dari negara sekalipun. Larangan ini berlaku di perumahan kampus, ruangan kampus atau acara kampus yang disponsori institusi tersebut.

Seperti yang diduga, kebijakan melarang mahasiswa mendapatkan ganja memiliki tantangan hukum. Mahasiswa University of Colorado di Boulder Edward Nicholson, mengancam akan menuntut kampusnya setelah pada 2008 polisi kampus menyita ganja miliknya. Ganja itu digunakan untuk saudaranya, yang mengalami luka bermain sepak bola.

Dengan dukungan legalisasi, Nicholson akhirnya diizinkan pindah ke perumahan di luar kampus dan polisi mengembalikan ganjanya seberat dua ons. Universitas pun melarang kepemilikan obat terlarang di kampus, dan akan melepas mahasiswa dari kontrak perumahan jika mereka tinggal di asrama dan memiliki resep ganja secara medis.

Lembaga lain, termasuk Fort Lewis College di Colorado, dan Humboldt State University di California mengambil sikap yang sama. Mereka menyarankan pengguna ganja secara medis untuk hidup di luar kampus dan menggunakan pengobatan mereka di rumah.

Menurut Workman, ganja memang memiliki posisi yang unik dalam budaya populer yang memikat mahasiswa untuk menggunakannya. Banyak perdebatan tentang risiko ganja dan keuntungan secara medis, sementara pihak universitas tidak punya banyak penelitian untuk menunjukkan kepada siswa mengenai kebijakan yang mahal ini.

Wakil presiden dan Dekan Sekolah Hukum Stetson, Darby Dickerson mengatakan, penting untuk menyampaikan kepada siswa bahwa ada risiko reputasi dan hukum untuk mempertimbangkan mereka memiliki resep ganja. Pengadilan telah mendukung hak pengusaha untuk melakukan tes narkoba dan memberikan sanksi atau menghentikan karyawan yang gagal tes bebas ganja. “Anda tidak mendapatkanfree-pass karena Anda memiliki kartu kesehatan ganja,” ujarnya.

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/02/07/373/422208/boleh-pakai-ganja-di-kampus-as

Leia Mais

  ©The Best Otomotif - Todos os direitos reservados.

Template by The Best Otomotif | Kopler