Powered by Blogger.
Showing posts with label Dunia Medis. Show all posts
Showing posts with label Dunia Medis. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

Dokter Ini Sungguh Nekat Membedah Perutnya Sendiri


Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri.


Ceritanya berawal pada bulan April 1961, saat bertugas di Artartika dan tergabung dalam ekspedisi Antartika Soviet .Waktu itu dia merasakan sakit di perut kanan bawah dan demam. Dia pun mendiagnosa dirinya sendiri yang ternyata menderita usus buntu akut.Hari berikutnya dia merasa putus asa dan kesempatan untuk memanggil pesawat tidak ada. Saat itu dia adalah satu-satunya dokter di stasiun Novolazarevskaya, pada malam hari.Dia pun melakukan operasi pada dirinya sendiri menggunakan anestesi lokal. Dia dibantu oleh seorang insinyur mesin dan seorang ahli meteorologi di stasiun itu.Mereka berdua membantunya memberikan instrumen medis dan memegang cermin kecil di perutnya.Wow... ndak bisa dibayangkan


Dia melakukan pembiusan lokal dengan solusi novocaine dan membuat sayatan 12cm di daerah perut kanan dengan pisau bedah. Operasi tersebut berlangsung hingga 1 jam dan 45 menit lamanya.

Rogozov Leonid

Rogozov Leonid Pada tahun 1959 lulus dari Institut dan segera diterima di residensi klinik operasi. Namun, studinya di residensi terputus karena Leonid melakukan perjalanan ke Antartika di bulan September, 1960 sebagai seorang dokter dari Soviet ke stasiun Antartika Novolazarevskaya.

Dengan tindakan nekatnya itu, Dokter Leonid Rogosov menjadi terkenal karena berhasil mengoperasi dirinya sendiri dan kembali sehat.
Sumber : http://anehunikgokil.blogspot.com/2010/02/dokter-ini-sungguh-nekat-membedah.html

Leia Mais

Dokter Ini Sungguh Nekat Membedah Perutnya Sendiri


Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri.


Ceritanya berawal pada bulan April 1961, saat bertugas di Artartika dan tergabung dalam ekspedisi Antartika Soviet .Waktu itu dia merasakan sakit di perut kanan bawah dan demam. Dia pun mendiagnosa dirinya sendiri yang ternyata menderita usus buntu akut.Hari berikutnya dia merasa putus asa dan kesempatan untuk memanggil pesawat tidak ada. Saat itu dia adalah satu-satunya dokter di stasiun Novolazarevskaya, pada malam hari.Dia pun melakukan operasi pada dirinya sendiri menggunakan anestesi lokal. Dia dibantu oleh seorang insinyur mesin dan seorang ahli meteorologi di stasiun itu.Mereka berdua membantunya memberikan instrumen medis dan memegang cermin kecil di perutnya.Wow... ndak bisa dibayangkan


Dia melakukan pembiusan lokal dengan solusi novocaine dan membuat sayatan 12cm di daerah perut kanan dengan pisau bedah. Operasi tersebut berlangsung hingga 1 jam dan 45 menit lamanya.

Rogozov Leonid

Rogozov Leonid Pada tahun 1959 lulus dari Institut dan segera diterima di residensi klinik operasi. Namun, studinya di residensi terputus karena Leonid melakukan perjalanan ke Antartika di bulan September, 1960 sebagai seorang dokter dari Soviet ke stasiun Antartika Novolazarevskaya.

Dengan tindakan nekatnya itu, Dokter Leonid Rogosov menjadi terkenal karena berhasil mengoperasi dirinya sendiri dan kembali sehat.
Sumber : http://anehunikgokil.blogspot.com/2010/02/dokter-ini-sungguh-nekat-membedah.html

Leia Mais

Saturday, February 12, 2011

Ini Yang Terjadi Jika Silikon Payudara Pecah

img

Operasi implan silikon untuk payudara banyak dilakukan perempuan untuk memperbesar ukuran dadanya. Tapi cara ini mengandung risiko kesehatan, terutama jika silikonnya pecah. Apa yang terjadi jika silikon payudara pecah?

Masalah utama yang terkait dengan pecahnya implan payudara silikon ini adalah pembentukan jaringan parut di payudara. Jika pecahnya silikon ini tidak teratasi, maka jaringan parut yang timbul bisa menyebabkan nyeri serta perubahan kontur atau bentuk payudara.

Ketika implan payudara tersebut ditempatkan di dalam tubuh seorang perempuan, maka kapsul fibrosa akan membentuk jaringan parut di sekitar impan payudara tersebut.

Tapi jika implan payudara silikon ini pecah atau rusak, seperti dilansir Mayo Clinic, Selasa (28/12/2010) akan terjadi kebocoran gel silikon yang bisa menyebabkan peradangan pada kapsul fibrosa.

Kondisi ini juga memicu terjadinya pembentukan jaringan parut tambahan, yang kemungkinan menyebabkan terjadinya distorsi bentuk payudara di sekitar implan, timbul nyeri serta rasa tidak nyaman.

Sebagian besar perempuan tidak memiliki dan menyadari tanda-tanda atau gejala yang muncul saat implan silikon payudara tersebut pecah. Padahal terkadang ada gejala yang timbul, seperti:

  1. Nyeri, rasa terbakar, kesemutan, bengkak, mati rasa atau kemerahan
  2. pada payudara yang implan silikonnya pecah.
  3. Adanya benjolan atau sesuatu yang keras di sekitar implan atau ketiak.
  4. Terjadi perubahan bentuk atau ukuran dari payudara.
  5. Payudara menjadi lebih lembek atau justru mengalami pengerasan.

Jika seseorang mengalami satu atau lebih gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi implan payudara silikon yang pecah bisa diketahui melalui pemeriksaan mammogram, ultrasound, CT scan atau MRI payudara.

Jika silikon tersebut sudah pecah atau rusak, maka pengobatan yang dilakukan termasuk operasi pengangkatan jaringan implan dan bekas luka. Namun jika kondisi payudara sudah sangat rusak, ada kemungkinan dokter akan melakukan operasi pengangkatan payudara.

Hal yang perlu diketahui adalah implan payudara silikon tidak bisa terjamin keselamatannya seumur hidup, karenanya diperlukan pemantauan dan pemeriksaan payudara rutin jika sudah lebih dari 3 tahun.

sumber : http://health.detik.com/read/2010/12/28/122540/1534086/763/ini-yang-terjadi-jika-silikon-payudara-pecah?ld991107763

Leia Mais

Ini Yang Terjadi Jika Silikon Payudara Pecah

img

Operasi implan silikon untuk payudara banyak dilakukan perempuan untuk memperbesar ukuran dadanya. Tapi cara ini mengandung risiko kesehatan, terutama jika silikonnya pecah. Apa yang terjadi jika silikon payudara pecah?

Masalah utama yang terkait dengan pecahnya implan payudara silikon ini adalah pembentukan jaringan parut di payudara. Jika pecahnya silikon ini tidak teratasi, maka jaringan parut yang timbul bisa menyebabkan nyeri serta perubahan kontur atau bentuk payudara.

Ketika implan payudara tersebut ditempatkan di dalam tubuh seorang perempuan, maka kapsul fibrosa akan membentuk jaringan parut di sekitar impan payudara tersebut.

Tapi jika implan payudara silikon ini pecah atau rusak, seperti dilansir Mayo Clinic, Selasa (28/12/2010) akan terjadi kebocoran gel silikon yang bisa menyebabkan peradangan pada kapsul fibrosa.

Kondisi ini juga memicu terjadinya pembentukan jaringan parut tambahan, yang kemungkinan menyebabkan terjadinya distorsi bentuk payudara di sekitar implan, timbul nyeri serta rasa tidak nyaman.

Sebagian besar perempuan tidak memiliki dan menyadari tanda-tanda atau gejala yang muncul saat implan silikon payudara tersebut pecah. Padahal terkadang ada gejala yang timbul, seperti:

  1. Nyeri, rasa terbakar, kesemutan, bengkak, mati rasa atau kemerahan
  2. pada payudara yang implan silikonnya pecah.
  3. Adanya benjolan atau sesuatu yang keras di sekitar implan atau ketiak.
  4. Terjadi perubahan bentuk atau ukuran dari payudara.
  5. Payudara menjadi lebih lembek atau justru mengalami pengerasan.

Jika seseorang mengalami satu atau lebih gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi implan payudara silikon yang pecah bisa diketahui melalui pemeriksaan mammogram, ultrasound, CT scan atau MRI payudara.

Jika silikon tersebut sudah pecah atau rusak, maka pengobatan yang dilakukan termasuk operasi pengangkatan jaringan implan dan bekas luka. Namun jika kondisi payudara sudah sangat rusak, ada kemungkinan dokter akan melakukan operasi pengangkatan payudara.

Hal yang perlu diketahui adalah implan payudara silikon tidak bisa terjamin keselamatannya seumur hidup, karenanya diperlukan pemantauan dan pemeriksaan payudara rutin jika sudah lebih dari 3 tahun.

sumber : http://health.detik.com/read/2010/12/28/122540/1534086/763/ini-yang-terjadi-jika-silikon-payudara-pecah?ld991107763

Leia Mais

Silikon untuk Bokong Nyasar ke Arteri yang Bikin Nyawa Hilang

img

Hati-hati dengan suntik silikon yang dilakukan secara ilegal. Jika salah sasaran, nyawa jadi taruhannya. Seperti yang dialami gadis 20 tahun yang ingin perbesar bokong tapi silikonnya nyasar ke pembuluh darah arteri (nadi).

Gadis malang tersebut adalah Claudia Seye Aderotimi, mahasiswi berusia 20 tahun yang meninggal Senin (7/2/2011) di sebuah rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan dan sakit dada.

Pihak berwenang yang menangani kasusnya menemukan bahwa Aderotimi meninggal setelah menjalani operasi silikon ilegal yang disuntikkan ke bokongnya di sebuah hotel di Philadelphia, AS.

Menurut Letnan Ray Evers yang menyelidi kasus ini, Aderotimi beserta tiga temannya yang tinggal di London terbang ke Philadelphia untuk melakukan operasi silikon. Informasi operasi ilegal tersebut diperolehnya secara online.

Satu teman Aderotimi yang juga mendapatkan suntikan ilegal di pinggul dan bokongnya, dinyatakan selamat dan tidak dirawat di rumah sakit.

Aderotimi diyakini meninggal karena silikon yang disuntikkan langsung ke masuk ke arteri, sehingga menyebabkan paru-parunya mati dan jantungnya berhenti, seperti dilansir Aolhealth, Jumat (11/2/2011).

"Jika Anda mendapatkan zat asing ke dalam aliran darah, hal itu bisa menyumbat pembuluh darah yang sangat penting. Ini biasanya masuk ke paru-paru, sehingga Anda tidak bisa mendapatkan oksigen ke dalam aliran darah. Orang bisa benar-benar tercekik sampai mati," jelas Dr Anthony Youn, ahli bedah plastik dari Michigan.

Menurut Dr Youn, kemungkinan Aderotimi menderita pulmonary embolism (emboli paru atau penggumpalan darah di paru-paru). Kesulitan bernapas dan nyeri dada adalah gejala umum dari emboli paru.

Suntikan silikon cair tidak pernah disetujui untuk digunakan sebagai kosmetik oleh badan pengawas obat adan makanan AS (FDA), karena zat ini sangat berbahaya.

"Ini prosedur yang tidak mungkin dilakukan oleh ahli bedah yang waras," lanjut

Selain silikon cair, injeksi ilegal hidrogel, jeli petroleum dan parafin juga telah digunakan untuk operasi ilegal memperbesar payudara wanita, pinggul dan bokong, menurut laporan Associated Press (AP).

Bahkan jika pasien bertahan dari suntikan, komplikasi jangka panjang bisa lebih parah dan terkadang bahkan mematikan.

Menurut Dr Youn, peradangan massa besar yang disebut granuloma dapat terbentuk dan infeksi dapat berkembang lama setelah prosedur telah dilakukan.

"Silikon dapat mengeras dua atau tiga tahun ke depan ke dalam massa yang besar, dan tubuh dapat benar-benar menolaknya nanti. Satu-satunya cara untuk mengobati itu adalah memotongnya secara fisik. Sangat tidak bijaksana untuk menyuntikkan zat permanen ke dalam tubuh," ungkap Dr Youn.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/11/162041/1569550/763/silikon-untuk-bokong-nyasar-ke-arteri-yang-bikin-nyawa-hilang?ld991106763

Leia Mais

Silikon untuk Bokong Nyasar ke Arteri yang Bikin Nyawa Hilang

img

Hati-hati dengan suntik silikon yang dilakukan secara ilegal. Jika salah sasaran, nyawa jadi taruhannya. Seperti yang dialami gadis 20 tahun yang ingin perbesar bokong tapi silikonnya nyasar ke pembuluh darah arteri (nadi).

Gadis malang tersebut adalah Claudia Seye Aderotimi, mahasiswi berusia 20 tahun yang meninggal Senin (7/2/2011) di sebuah rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan dan sakit dada.

Pihak berwenang yang menangani kasusnya menemukan bahwa Aderotimi meninggal setelah menjalani operasi silikon ilegal yang disuntikkan ke bokongnya di sebuah hotel di Philadelphia, AS.

Menurut Letnan Ray Evers yang menyelidi kasus ini, Aderotimi beserta tiga temannya yang tinggal di London terbang ke Philadelphia untuk melakukan operasi silikon. Informasi operasi ilegal tersebut diperolehnya secara online.

Satu teman Aderotimi yang juga mendapatkan suntikan ilegal di pinggul dan bokongnya, dinyatakan selamat dan tidak dirawat di rumah sakit.

Aderotimi diyakini meninggal karena silikon yang disuntikkan langsung ke masuk ke arteri, sehingga menyebabkan paru-parunya mati dan jantungnya berhenti, seperti dilansir Aolhealth, Jumat (11/2/2011).

"Jika Anda mendapatkan zat asing ke dalam aliran darah, hal itu bisa menyumbat pembuluh darah yang sangat penting. Ini biasanya masuk ke paru-paru, sehingga Anda tidak bisa mendapatkan oksigen ke dalam aliran darah. Orang bisa benar-benar tercekik sampai mati," jelas Dr Anthony Youn, ahli bedah plastik dari Michigan.

Menurut Dr Youn, kemungkinan Aderotimi menderita pulmonary embolism (emboli paru atau penggumpalan darah di paru-paru). Kesulitan bernapas dan nyeri dada adalah gejala umum dari emboli paru.

Suntikan silikon cair tidak pernah disetujui untuk digunakan sebagai kosmetik oleh badan pengawas obat adan makanan AS (FDA), karena zat ini sangat berbahaya.

"Ini prosedur yang tidak mungkin dilakukan oleh ahli bedah yang waras," lanjut

Selain silikon cair, injeksi ilegal hidrogel, jeli petroleum dan parafin juga telah digunakan untuk operasi ilegal memperbesar payudara wanita, pinggul dan bokong, menurut laporan Associated Press (AP).

Bahkan jika pasien bertahan dari suntikan, komplikasi jangka panjang bisa lebih parah dan terkadang bahkan mematikan.

Menurut Dr Youn, peradangan massa besar yang disebut granuloma dapat terbentuk dan infeksi dapat berkembang lama setelah prosedur telah dilakukan.

"Silikon dapat mengeras dua atau tiga tahun ke depan ke dalam massa yang besar, dan tubuh dapat benar-benar menolaknya nanti. Satu-satunya cara untuk mengobati itu adalah memotongnya secara fisik. Sangat tidak bijaksana untuk menyuntikkan zat permanen ke dalam tubuh," ungkap Dr Youn.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/02/11/162041/1569550/763/silikon-untuk-bokong-nyasar-ke-arteri-yang-bikin-nyawa-hilang?ld991106763

Leia Mais

  ©The Best Otomotif - Todos os direitos reservados.

Template by The Best Otomotif | Kopler