Powered by Blogger.
Showing posts with label DASAR MESIN. Show all posts
Showing posts with label DASAR MESIN. Show all posts

Sunday, May 9, 2010

Proses Kerja Mesin


Seperti kita ketahui bahwa mesin mobil (bensin/diesel)merupakan Reciprocating Engine yaitu mesin yang cara kerjanya berdasarkan pada turun–naiknya piston untuk menghasilkan tenaga. Pengubahan bahan bakar menjadi tenaga dilakukan melalui proses pembakaran, oleh karena itu mesin ini disebut dengan motor bakar.
Dalam sejarah pengembangannya kita mengenal 2 macam motor bakar, yaitu :
1)      Motor atau mesin bakar luar (External Combustion Chamber) yaitu mesin atau motor yang proses pembakaranya terjadi diluar mesinnya, contohnya :
a)      Mesin Uap
b)      Turbin Uap
2)      Motor atau mesin bahan bakar dalam (Internal Combustion Camber), yaitu mesin atau motor yang proses pembakaranya terjadi didalam mesinnya sendiri, contohnya :
a)      Mesin Diesel
b)      Mesin Bensin

Ada 3 kondisi (syarat) yang harus dipenuhi oleh suatu mesin agar dapat hidup atau berputar, yaitu:
1)      Adanya campuran bahan bakar dan udara yang sesuai.
2)      Adanya tekanan kompresi yang cukup (memadai).
3)      Adanya pengapian yang tepat.

Dalam proses perubahan dari bahan bakar menjadi tenaga, terdapat 2 cara proses kerja mesin yaitu : proses 4 langkah dan proses 2 langkah..
1.       Motor 4 langkah (4 Stroke Engine)
Dalam proses kerjanya untuk menghasilkan 1(satu) usaha/tenaga memerlukan 4 kali langkah piston yaitu : langkah hisap (intake stroke), langkah kompresi compression stroke), langkah usaha (expansion stroke), dan langkah buang (exhaust stroke).
2.       Motor 2 Langkah (2 Stroke Engine)
Dalam proses kerjanya untuk menghasilkan 1 (satu) usaha/tenaga memerlukan 2 kali langkah piston.


 Siklus Kerja Mesin 4 Langkah (lihat animasi diatas)
1)      Langkah hisap (1)
Pada langkah ini intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup. Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) → TMB (Titik Mati Bawah) sehingga campuran bahan baker dan udara masuk kedalam ruang bakar. Sesaat sebelum piston mencapai TMB, intake valve mulai tertutup.
2)      Langkah kompresi (2)
Pada langkah ini kedua valve dalam keadaan tertutup. Piston bergerak dari TMB → TMA sehingga gas yang sebelumnya telah dihisap, terkompresi sehingga tekanan dan temperaturnya naik.
3)      Langkah Usaha (3)
Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA, busi (spark plug) mengeluarkan loncatan bunga api listrik sehingga gas yang telah terkompresikan akan terbakar dan meledak sehingga piston akan terdesak menuju TMB. Inilah saat dimana hasil pembakaran akan diubah menjadi tenaga putar pada crankshaft melalui connecting rod. Sesaat sebelum piston mencapai TMB, exhaust valve mulai terbuka.
4)      Langkah buang (4)
Pada langkah ini intake valve tertutup dan exhaust valve terbuka. Piston bergerak dari TMB → TMA. Gas hasil pembakaran terdorong keluar melalui exhaust manifold. Sesaat piston mencapai TMA, exhaust valve mulai tertutup dan intake valve mulai terbuka. Pada saat inilah yang disebut dengan over lapping dimana kedua valve akan terbuka secara bersamaan.


Spesifikasi Mesin (Berdasarkan Susunan Silinder)

In-line (Straight  Type)
Silinder-silinder disusun dalam satu baris, tipe ini banyak digunakan karena konstruksinya sederhana.


V Type
Blok silinder berbentuk V (V-Shape). Ciri mesin ini adalah tinggi dan panjang mesin lebih sedikit dibanding jenis mesin lainnya.



Horizontally Opposed Type
Silinder-silinder disusun horizontal dan berlawanan satu sama lainnya.
 

Mekanisme Katup

Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. Campuran udara-bagan bakar masuk ke silinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang. Mekanisme yang membuka dan menutup katup-katup ini disebut dengan mekanisme katup. Berikut ini tipe mekanisme katup yang banyak dibuat oleh pabrik

Over Head Valve (OHV)

Mekanisme katup ini sederhana dan tahan lama, penenpatan chamshaft-nya pada cylinder block dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.


Over Head Camshaft (OHC)
Camshaft ditempatkan diatas kepala cilinder dan cam, yang langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak. Jenis mesin ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV, namun tidak menggunakan lifter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi berkurang. Kemampuannya pada kecepatan tinggi cukup baik, karena katup-katup membuka dan menutup lebih tetap pada kecepatan tinggi


Double Over Head Camshaft (DOHC)


Dua camshaft ditempatkan pada kepada silinder, satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang. Camshaft membuka dan menutup katup-katup secara langsung tanpa menggunakan rocker arm, sehingga berat komponen menjadi berkurang, proses membuka dan menutup katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.

Cylinder Bore dan Piston Stroke


Mesin dapat digolongkan menjadi 3 golongan melalui perbandingan langkah piston dengan diameter lubang cylinder.
1.      Long stroke engine : yaitu yang langkah pistonnya lebih panjang dari pada diameter silinder.
2.      Square Engine : yaitu mesin yang langkah pistonnya sama dengan diamter silinder.
3.      Short Stroke : yaitu mesin yang langkah pistonnya lebih pendek dari diameter silinder

Pada kecepatan mesin yang sama (rpm sama) kecepatan piston pada square engine atauover-square engine lebih rendah
dari pada long stroke engine. Artinya, cylinder, piston dan O-Ring tingkat keausannya dapat berkurang dengan
menggunakan square engine atau over-square engine, karena itulah jenis mesin ini banyak dipakai pada mobil penumpang.
 
 Piston Displacement

Volume langkah (piston displacement) atau disingkat displacement adalah jumlah volume dari TMA ke TMB (untuk mesin yang cylindernya lebih dari satu disebut dengan total displaecment). Umumnya semankin besar displament-mua maka semakin besar pula tenaga mesinya, karena campuran udara dan bahan bakarnya lebih banyak.
  
CATATAN :
Total piston displacement dari sebuah mesin dapat dihitung sebagai berikut :
          π
V = -------- D2 x L x N
          4
    = 0.7854 x D2 x L x N
Π = perbandingan keliling lingkaran terhadap garis tengah lingkaran tersebut (=3.14159)
V = piston displament
D = diameter cylinder
L = Langkah pispon
N = Jumlah Cylinder


Perbandingan Kompresi

Perbandingan kompresi adalah seberapa banyak campuran udara bahan bakar yang dihisap dikompresikan dalam silinder selama langkah kompresi. Dengan kata lain perbandingan silinder dengan piston pada posisi TMB (V2) dengan volume ruang bakar dengan piston diposisi TMA (V1). Perhitungannya adalah sebagai berikut ;


V1 = Volume langkah
V2 = Volume langkah piston
Contoh :
V1 + V2 = 32 cc + 315 cc
---------- = ------------------ = 10.8
V1 V1

Jadi perbandingan kompresinya adalah = 10.8 : 1
Selanjutnya perbandingan kompresi yang lebih tinggi menghasilkan tekanan gas pembakaran yang lebih besar pula, dan menghasilkan output yang besar. Pada umumnya perbandingan kompresi ialah antara : 6 - 12 : 1 untuk mesin bensin, dan antara 15 - 22 : 1 untuk mesin diesel.

Leia Mais

Wednesday, May 5, 2010

KETEL UAP ( EXTERNAL COMBUSTION ENGINE)

A. Pengertian ketel uap


















Ketel uap adalah alat untuk menghasilkan uap, dimana
terdiri dari dua bagian yang penting, Yaitu :
1. Dapur pemanas : adalah penghasil panas yang di apat
dari pembakaran bahan bakar
2. Boiler proper: adalah alat pengubah air menjadi uap
atau fluida panas kemudian disirkulasikan dari
ketel untuk berbagi proses dalam aplikasi pemanasan

B. Macam macam boiler
1. Ketel pipa api (fire tube boiler) or (shell boiler).
Air di dalam tabung dan diluar api






















2. Ketel Pipa air ( Water tube boiler)




















C. Instalasi ketel uap













D. Cara kerja










Air umpan ketel dari tangki dipompakan untuk dipanaskan
awal sebelum masuk ketel uap
Dari economizer air yang sudah hangat dialirkan, selan
jutnya dipanaskan sampai menghasilkan uap jenuh (saturated
steam)
Uap jenuh dari ketel dipanaskan lanjut di pemanas
(superheater) dan menghasilkan uap panas lanjut (superheated
steam) yang siap untuk digunakan, seperti:
1. Menggerakan turbin uap (steam turbin)
2. Untuk keperluan pemrosesan (merebus, memanaskan dll
Steam generation juga dilengkapi dengan peralatan peralatan
keselamatan, seperti :
1. Pengukur level sir di ketel
2. Pengukur tekanan di ketel

Leia Mais

Sunday, April 25, 2010

MOTOR WANKEL/ ROTARY ENGINE

Ada Yang tau Wankel / Rotary Engine??

Disini gw mau sedikit bahas tentang rotary engine ya...

Rotary engine ini ditemukan oleh seorang German Engineer, Felix Wankel…!!! Yang menarik si Wankel ini.. nggak pernah belajar / sekolah university manapun…!!! Dia hanya memperoleh Doktor Honoris causa dibidang engineering…!!! Pada perang dunia II, dia ikut mengembangkan rotary valves buat pesawat ataupun kapal selam Jerman..!!! Sistem kerja rotary engine masih sama… yaitu ada siklus intake, compress, pembakaran dan buang…. namun dikerjakan berdasarkan prinsip rotor yang berbentuk segitiga…!!! Nggak pake piston…!!!




Keuntungan utama dari wankel engine adalah power yang dihasilkan sangat besar dengan cc yang sama..!!! Hal ini bisa terjadi … karena mirip dengan 2 stroke .. yang nggak pake valves.. lebih mempercepat langkah… !!! Disamping itu… sistem rotary engine ini.. nggak menggunakan connecting rods…!!! Dan ini membuat wankel engine termasuk powerful…!!!

Teruz kerugiaannya apa…??? Yah sebagaimana 2 stroke… hasil pembakarannya yaitu carbon monoksidanya cukup tinggi… dimana disebabkan kurang sempurnanya pembakaran. Namun ini bisa dengan mudah disiasati dengan catalytic converter. Pada awal penciptaan rotary engine, masih ditemukan loss tenaga yang terjadi. Namun dengan perkembangan technology yang ada… loss ini makin bisa diminimalisir…!!!

"Chop side" wankel engine.



Dari depan.



Saluran / got pendinginan (coolant passageway):




Yg dimaksud seal adalah seperti pada gbr dibawah ini :



yup.. spt ini cara kerjanya!!



Leia Mais

Friday, April 23, 2010

KERJA MOTOR 2 TAK

Apa itu motor 2 tak (langkah)? motor 2 tak adalah motor yang
dalam 1 siklus kerjanya memerlukan 2 kali langkah torak (piston),
selengkapnya sebagai berikut:


Photobucket


1. Proses up ward stroke / torak bergerak dari TMB ke TMA

   Pada langkah ini terjadi 2 kerja, yaitu :

   LANGKAH HISAP

   Pada langkah isap piston bergerak naik dari TMB menuju TMA.
   Pada saat piston di posisi TMB, bahan baker yang berada
   dibawah piston didorong dan keluar dari saluran pembilasan.
   Proses selanjutnya, bahan baker yang keluar dari saluran
   pembilasan didorong piston sampai mencapai posisi TMA.
   Pada saat hamper mencapai TMA, piston menutup saluran
   pem buangan dan saluran pembilasan. Akibatnya, saluran
   pemasukan bahan baker terbuka yang menyebabkan  bahan
   baker secara otomatis masuk melalui saluran pemasukan di
   bawah piston.
  
   LANGKAH KOMPRESI

   Bahan baker yang telah ada disilinder di tekan naik oleh piston
   sampai mencapai posisi TMA.
   Tekanan di silinder meningkat, kemudian bunga api dari busi
   membakar bahan baker dan udara menjadi letusan.

2. Down ward stroke / torak bergerak dari TMA ke TMB

    LANGKAH USAHA
  
    Letusan tersebut menghasilkan tenaga yang digunakan untuk
    mendorong piston bergerak turun dari TMA menuju TMB.
  
   LANGKAH BUANG

   Piston bergerak turun akan mendorong bahan baker yang telah
   berada di bawah piston menuju saluran pembilasan.
   Saat piston bergerak turun saluran buang dan saluran
   pembilasan dalam keadaan terbuka.
   Gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran
   pembuangan menuju knalpot akibat desakan bahan bakar
   dan udara yang masuk dalam silinder melalui saluran
   pembilasan.
   Dengan terbuangnya gas sisa hasil pembakaran, kerja mesin
   2 tak selesai untuk satu proses kerja (siklus).


  Lebih jelasnya perhatikan animasi di bawah ini.


http://lutfil-otomotif.blogspot.com

Leia Mais

Thursday, April 22, 2010

KERJA MESIN 4 TAK / 4 STROKE ENGINE

Siklus kerja mesin 4 tak merupakan pelajaran paling mendasar bagi seorang mekanik, selama ini yang sering kita tahu, banyak instruktur yang mengajarkan siklus kerja mesin dimulai dari gerakan piston dari TMA ke TMB, sesungguhnya kalo kita pelajari secara mendetail, dan lebih spesifik. tiap siklus tidak selalu dimulai dan berakhir dari TMB atau TMA, lho kenapa?? biar nggak penasaran mari kita bahas satu persatu siklus mesin 4 ketukan secara mendetail dan spesifik....
1. Langkah Hisap ( Induction Stroke )

Photobucket


Pada langkah hisap, klep inlet membuka sebelum TMA, setelah itu tetap terbuka sampai pison melewati TMB, mengapa harus tetap terbuka sampai melewati TMB? alasannya adalah untuk membiarkan inertia dari tingginya kecepatan bahan bakar dan udara yang tadi dihisap ke dalam silinder untuk benar-benar memadatkan campuran bahan bakar dan udara yang mana saat itu piston mulai naik untuk memulai langkah kompresi.

2. Langkah Kompresi ( Compression Stroke )

Photobucket

Setelah Piston melewati TMB, maka klep Inlet menutup. saat itulah langkah kompresi dimulai. jadi langkah kompresi dimulai bukan dari TMB, melainkan setelah melewati TMB. gerakan piston menuju ke TMA menekan campuran bahan bakar dan udara yang tadi dihisap ke dalam silinder.

3.Langkah Usaha ( Power )


Photobucket

Sebelum piston mencapai TMA, busi memercikkan api dan terciptalah ledakan pembakaran. namun gerakan piston masih menuju ke TMA, lalu setelah mencapai TMA baru turun TMB karena tingginya tekanan ledakan dari proses pembakaran. jadi pembakaran tercipta sebelum piston mencapai TMA dan kemudian naik baru ke TMB, hal ini bertujuan untuk menciptakan tekanan pembakaran yang tinggi. dari langkah ini bisa kita lihat kalau langkah kompresi sendiri tidak mencapai 180 derajad ( gerakan piston dari TMA  -  TMB adalah 180 derajad ). karena klep in menutup setelah TMB dan sebelum piston mencapai TMA busi sudah memercikkan api.
4. Langkah Buang ( Exhaust Stroke )

Photobucket

Klep buang membuka lama sebelum piston mencapai TMB. membukanya klep buang sebelum TMB tujuannya untuk membiarkan tekanan di dalam silinder berkurang, sehingga pada saat setelah piston melewati TMB, momentum dari gas pembuangan digunakan untuk membilas silinder secara efisien. karena pada saat itu juga klep inlet membuka sebelum TMA ( periode ini disebut overlapping atau kedua klep membuka secara bersamaan ) dan klep buang menutup setelah melewati TMB. pada saat itu inertia dari gas sisa pembakaran benar-benar membantu pengisian silinder dengan membuat sebagian kevakuman di dalam silinder dan jalur pemasukan. karena pada saat itu klep in sudah terbuka dan memulai langkah pengisian.
Perhatikan animasi kerja motor 4 tak berikut ini.....


http://lutfil-otomotif.blogspot.com

Leia Mais

  ©The Best Otomotif - Todos os direitos reservados.

Template by The Best Otomotif | Kopler